ombak ...kenangan..16 oktober 2011
musim semi di hatiku yang bermelodi..sekarang
raut wajah berbalutkan cantik kerudung , berwarna cerah dan berkilat bagai pijar matahari.
Hanya air yang berganti , menepi .. datang dan menjauh bagai takdir waktu
lautan di depan mataku , di depan mata kami... kini menjadi sebuah saksi anugerah dari Maha Cinta, Allah Azza Wa Jalla..
Muliamu , kebesaranmu yang ku tahui , itu yang membuatku takut dan selalu bersujud kepadaMu ya Allah.., dengan mengucap alhamdulillah Telah memberikan ia untuk temani hamba-mu , menjalani hari dalam sulaman hari", benang2 menit , dan detik yang menjauh , apa itu kau ... CINTA ?
layar perahu pak nelayan , melambai" mengatakan awan akan tiada pagi ini , bersahutan suara deburan ombak terngiang , Masih ku genggam tanganmu , hanya ingin memastikan bahwa genggamanku tak akan terlepaskan , Oleh waktu dan ajal sekalipun , karena itu telah menjadi ikrar alam, aku mencintaimu , Gadisku..berhias kerudung abu"
akankah cerita ini akan selamanya indah , ? aku selalu menanyakan itu pada setiap sujud malam2ku , pada setiap air mata yang kuteteskan akan tujuan dan hari depan nanti..cita" , cinta , dan asa
ku harap kau adalah jawaban dari semua itu , ku harap itu adalah kunci dari setiap tangis2ku selama ini , sungguh indah , sungguh ini adalah yang menjadi salah satu bait dan kata yang ku lantunkan , aku sayang padamu , dan sellalu juga kau menjawabnya dengan senyuman dan kata yang sama "aku mencintaimu juga " sambil kau tatap mataku , dan wajahmu melukiskan suatu harapan besar , aku ingin mewujudkan itu sayang , jika pun waktu ..dan takdir masih mengizinkan kita untuk bersama.
Panas matahari mulai menyelimuti , air lautpun pasang memenuhi ruang pandang , perlahan tetap ku dengar langkah" kaki orang di belakangku , aku..adalah alat untuk menyempurnakan rencana Tuhan , dan aku juga ingin kau menjadi sebuah bait penyempurnaku , meluruskan segalanya , membuat indah tanpa sebuah akhir air mata , menjadikan kisah" ini tidak akan sia" terbuang , terimakasih...
aku yang mencintaimu
CARASI-IMENK
25 september 2011....
pagi-pagi kau menghubungiku , dan kau bertanya bisakah kita pergi bersama ?
akupun membalas , bisa ! memangnya kenapa, kau pun menjawab mari kita jalan-jalan , oke dan kujawab itu ..
akupun meluncur ke rumahmu , ketika itu ..aku di sambut oleh seorang bidadari, yang tk kusangka itu adalah ...Dirimu
kau pun mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam rumahmu , akupun bertanya , apakah kau sudah bersiap-siap .Kau terlihat belum berdandan , namun kau menjawab dengan lantang, Sudah sayang ..
akupun tersenyum mendengar perkataan mu..dan aku menyuruhmu untuk lekas bersiap karena , waktu sudah menunjukkan kepiawaiannya , lalu kau pun keluar dengan senyuman , seperti sang putri yang akan mengajakku ke kayangan ..aku terkejut terdiam membatu , hanya sedikit kelu aku bernafas , sisa-sisa udara di sekelilingku menjadi hilang . seakan ikut membeku bersama tubuhku, kita pun beranjak pergi.
Lalu , ketika kita berjalan menyusuri jalan yang panjang , kau pun menggenggam erat tanganku , akupun mengatakan
"aku mencintaimu "
kau pun menjawab , bahwa kau pun mengerti perasaan ku, karena kau mengerti hatiku , meyakini bahwa cinta ini ada , dan lambat laun mengakar dalam sukma dan relung kita berdua.
Waktu bergulir , detik menjadi menitanmenitan panjang , membawa mereka menjadi beberapa jam yang sudah tidak terasa kita lalui , kita pun mengucap suatu janji , bahwa hari ini .. adalah salah satu kenangan yang akan di ingat selamanya , senja meringkuk di balik penjara pepohonan sendu , warna oranye merangkak menjadi hitam dengan pekat malam yang mulai menyeringai ...
Aku mengajak mu pergi , menaiki sepeda bututku ,yang daridulu mengukir setiap detail hidupku , susah senang , hingga bahagia tak terduga denganmu ..
angin sepoy menghantam wajahku , menyanyikan melodi indah tentang kita , tentang pelukan mu , tentang bagaimana Tuhan menciptakan suatu takdir , keindahan .. hidup .. lalu entah setelah nya..
Dan 26 september pun , datang , kita akan berpisah selama dua hari , pasti..
pasti sayang , aku akan merindukanmu , setiap saat , setiap nyawa ku menajdi saksi , setiap pintalan hari , betapa aku.. menyayangimu , dengan segala nafas dan harapku
Terindah, untukmu...kasihku yang berkerudung.
END

